Dinas Kesehatan Sumbar Gandeng Bukittinggi Sosialisasikan ‘GEMA CERMAT’

523

BUKITTINGGI (Marapinews) – Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar menggelar Pembekalan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Betti Shadiq Pasadigoe, serta Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmantias yang digelar di hotel Rocky Bukittinggi, Rabu (10/5) diikuti Kader Posyandu Darma Wanita, TP-PKK, Organisasi Profesi, Saka Bhakti Husada, Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, dan Apoteker AoC

Walikota Bukittinggi, H.M.Ramlan Nurmatias mengatakan penggunaan obat secara benar pada masyarakat dalam rangka Gema Cermat dapat meningkatkan POR pada masyarakat. Keluaran yang diharapkan akan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam penggunaan obat secara benar.

“Salah satu ikon Kota Bukittinggi adalah sebagai kota kesehatan, sebab begitu banyak orang dari kota Bukittinggi sendiri maupun luar Kota datang hanya sekedar berobat. Jadi diharapkan rumah sakit baik negeri maupun swasta harus mengutamakan pelayanan. Terutama dokter harus memperhatikan keluhan pasien.

“Pelayanan rumah sakit merupakan paling utama, dokter ataupun pihak rumah sakit harus mengerti dan faham dengan kondisi pasien, tidak ada kata lalai menomorduakan pasien, jika pasien datang kerumah sakit, lansung tangani. Jangan kalau sudah ada persoalan baru ditangani,” tegasnya

dicontohkannya, ada warga masyarakat Kota Bukittinggi yang sedang mengalami sakit panas tinggi datang kerumahnya dan mengeluh, karena tiba di rumah sakit tidak langsung ditangani dokter, begitu pun juga yang dialami family Walikota, karena hal itu untuk mengambil tindakan selanjutnya dibawalah berobat ke rumah sakit di Malaka, negeri jiran.

Ramlan berpesan kepada pihak rumah sakit agar memperhatikan kinerja yang bekerja di rumah sakit.

Sementara, Betti Shadiq Pasadigoe menjelaskan, Komisi IX membidangi dan bermitra kerja, salah satunya dengan Kementrian Kesehatan, dengan adanya program sekarang ini yaitu Gema Cermat, melihat daripada kecenderungan penyakit itu yang nantinya bermuara pada biaya kesehatan yang cukup tinggi sehingga konsekuensi untuk kesehatan yang maksimal itu tidak tercapai.

Sementara itu Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Heru, mengatakan mengenai obat generik dan obat bermerk, diharapkan masyarakat pengguna obat-obat yang membeli secara bebas, kiranya dapat membaca informasi dan komposisi penggunaan yang ada pada kemasan obat itu, agar tidak melampui dosis yang telah ditentukan pabrik obat. Dan ada juga obat-obatan harus melalui resep dokter yang tidak dapat dibeli bebas.

Mengenai obat-obatan herbal, Heru menjelaskan masyarakat harus juga paham penggunaan daripada obat herbal itu sendiri dan juga apakah sudah terdaftar di BPOM.

“Obat herbal harus murni tidak ada campuran kimia, memang diakui heru, ada juga yang nakal, yaitu herbal yang dirancik dengan kimia,” katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here