Ayah dan Ibu Sadis, Tega Tanam Anaknya Hidup- hidup

317

MEDAN (Marapinews) – Tindakan kekerasan dilakukan orangtua terhadap anak terjadi di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara. Akibatnya bocah berusia 6 tahun berinisial SA kritis dan mengalami luka-luka di bagian kaki, badan, dagu, dan kepala.

Informasi diperoleh Liputan6.com, bocah malang tersebut dianiaya oleh ibu kandung dan ayah tirinya. Dugaan sementara, penganiyaan dilakukan menggunakan benda tumpul dan api rokok. Saat ini SA sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Kota Padang Sidempuan.

Baca Juga

Terbongkarnya kasus penganiayaan berawal pada Selasa, 9 Januari 2018, lalu. Saat itu pemilik kebun tempat kedua orangtuanya bekerja melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib. Sang ibu berinisial YAH dan sang ayah tiri korban, berinisial AP merupakan warga Hutaimbaru, Kecamatan Halonginan, Kabupaten Paluta.

Tetangga korban, Roni Siregar mengatakan, penganiayaan yang dilakukan YAH dan AP terhadap SA bukan kali ini saja. Selain dipukul, anak itu juga sempat ditanam hidup-hidup oleh kedua orangtuanya tersebut.

“Baru tiga bulan anak ini ikut ibu kandungnya setelah menikah dengan ayah tirinya. Selama ini mereka (YAH dan AP) merupakan buruh harian di salah satu kebun warga. Mereka sering pindah-pindah,” kata Roni, Senin, 15 Januari 2018.

Diungkapkan Roni, YAH selaku ibu kandung korban terpaksa memukul SA karena sangat takut diceraikan suaminya, AP, yang merupakan ayah tiri korban. Diucapkan Roni, hal itu diakui langsung oleh YAH.

“Terkadang pakai mancis, nampak kok. Kami harap supaya cepat ditangkap,” ungkapnya.

Terkait kasus ini, pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Padangsidimpuan sudah melakukan pendampingan. Bahkan Ketua LPA Kota Padangsidimpuan Friska Harahap menyebut kasusnya sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Anak Polres Padangsidimpuan.

“Kita siap mendampingi anak ini sampai sembuh, mohon kerjasamanya dari semua pihak,” sebutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here